Kerajaan Kalingga: Sejarah, Silsilah, Ketenaran, Kejatuhan

Kerajaan Kalingga: Sejarah, Silsilah, Ketenaran, Kejatuhan

Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalinga adalah salah satu kerajaan tradisional penganut agama Hindu Budha dan tumbuh di pesisir utara Jawa Tengah pada umur 16-17 tahun. Bahasa yang digunakan masyarakat untuk berkomunikasi adalah bahasa Melayu kuno dan bahasa Sansekerta.

Inilah sebabnya mengapa orang-orang yang hidup sebagian besar beragama Buddha dan Hindu, dan ada sebagian kecil lainnya yang percaya pada kepercayaan nenek moyang. Kerajaan Kalingga berkembang di bawah kepemimpinan seorang ratu bernama Permaisuri Shima. Ratu Shima dilambangkan sebagai seorang pemimpin yang sangat tegas dan patuh pada aturan pemerintahan.

Sejarah Kerajaan Kalingga

Tidak banyak catatan sejarah Kerajaan Kalingga. Sejarah kerajaan diketahui dari sumber-sumber catatan sejarah berupa manuskrip, prasasti, cerita rakyat lokal dan kronik sejarah Cina. Ratu Shima adalah ratu yang memerintah Kerajaan Kalingga. Catatan dari Cina menyebutkan bahwa masyarakat Kalingga diperintah oleh Ratu Shima dari tahun 674 hingga 732 M.

Ratu Shima dikenal sangat adil dan bijaksana. Di bawah kepemimpinannya, negara Kerajaan Kalingga sangat damai dan aman. Hukum ditegakkan tanpa memandang kelas. Salah satu hukumnya adalah memotong tangan seseorang yang terbukti mencuri. Masyarakat Kerajaan Kalingga dikenal sangat pandai membuat kembang kelapa dan brendi. Barang utama Kerajaan Kalingga adalah gading, cangkang badak, kulit penyu, perak dan emas.

Silsilah Kerajaan Kalingga

Ratu Shima sangat erat hubungannya dengan Kerajaan Galuh. Putri Maharani Shima, Parwati, menikahi Mandiminyak, Putra Mahkota Kerajaan Galuh. Mandiminyak akhirnya naik tahta sebagai raja kedua kerajaan Galuh. Sedangkan Ratu Shima memiliki seorang cucu yang dikenal dengan nama Sanaha. Sanaha kemudian menikah dengan Bratasena yang merupakan raja ketiga dari kerajaan Galuh.

Bratasena dan Sanaha memiliki seorang putra bernama Sanjaya. Sanjaya kemudian menjadi raja Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda, yang memerintah dari tahun 723 sampai 732 M. Ketika Ratu Shima wafat pada tahun 732 M, Sanjaya dinobatkan sebagai penggantinya. Hingga Sanjaya memerintah Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian dikenal dengan Bumi Mataram. Selanjutnya, dibentuklah Dinasti Sanjaya atau dinasti di wilayah kerajaan Mataram Kuno.

Kerajaan Holing ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya pada tahun 752 M. Karenanya, Kalinga dianggap sebagai bagian dari jaringan perdagangan Hindu. Sama seperti dengan perusahaan dan Melayu pertama yang didominasi oleh China. Memang, ketiga pemerintah itu dianggap kompetitor dalam bisnis Sriwijaya.

Waktu sukses Kerajaan Kalingga

Masa kejayaan Kerajaan Kalingga diperintah oleh Ratu Shima dari tahun 674 hingga 732 M. Ratu memegang teguh kejujuran dan keadilan. Lain halnya dengan penerapan hukum yang sangat ketat untuk memotong tangan siapapun yang terbukti telah mencuri.

Ibukota Kerajaan Kalingga adalah Kaling di Jepara. Daerah tersebut dikenal sangat subur, sehingga mata pencaharian masyarakat sangat bergantung pada pertanian. Tak hanya itu, perdagangan produknya juga sampai ke China.
Waktu runtuhnya Kerajaan Kalingga

Masa kejayaan Kerajaan Kalingga tidak berlangsung lama karena wafatnya Ratu Shima dan digantikan oleh keturunannya. Sejak saat itu ada tanda-tanda kehancuran. Puncaknya adalah serangan Kerajaan Sriwijaya. Jalur perdagangan disita dan masyarakat Kalingga harus mengungsi ke pedalaman Jawa.
Peninggalan Kerajaan Kalingga

Catatan sejarah Kerajaan Kalingga sangat terbatas, sehingga catatan sejarah para pelancong dari dinasti Tang dan I-tsing menjadi rujukan utama mereka. Selain itu, para ahli mengungkap keberadaan jejak Kerajaan Kalingga seperti prasasti, arca, dan candi. Berikut jejak-jejak peninggalan yang dapat diidentifikasi, yaitu:
Lihat juga: proses pembentukan tulang
1. Prasasti Tukma

Prasasti Tukmas terletak di Kecamatan Grabak, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Ada huruf Pallawa dalam bahasa Sansekerta di prasasti, ada juga patung berupa gambar yang terlihat. Peninggalan tersebut menunjukkan adanya sungai dengan air jernih di lereng Merapi. Prasasti tersebut memuat sejumlah gambar antara lain bunga teratai, tanduk, cakra, kendi, kapak, dan trisula.

Dari prasasti tersebut dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Kalingga ada kaitannya dengan budaya agama Hindu yang berasal dari India. Penemuan prasasti ini cukup jauh dari ibu kota Kalingga yang terletak di i

 

 

LIHAT JUGA :

https://teknologia.co.id/
https://butikjersey.co.id/
https://kabarna.id/
https://manjakani.co.id/
https://sewamobilbali.co.id/
https://deevalemon.co.id/
https://cipaganti.co.id/
https://pulauseribumurah.com/
https://pss-sleman.co.id/
https://mitranet.co.id/

admin

Related Posts

7 Tips Jitu Menghadapi Wawancara Beasiswa Luar Negeri

7 Tips Jitu Menghadapi Wawancara Beasiswa Luar Negeri

Contoh Artikel Kesehatan Dalam Bahasa Inggris

Contoh Artikel Kesehatan Dalam Bahasa Inggris

Perbedaan Dan Penggunaan “Wind vs Wound”

Perbedaan Dan Penggunaan “Wind vs Wound”

Perbedaan “NO” Dan “NOT REALLY” Dalam Bahasa Inggris

Perbedaan “NO” Dan “NOT REALLY” Dalam Bahasa Inggris