Kerajaan Singasari: sejarah, prasasti, keruntuhan, kehidupan politik

Kerajaan Singasari: sejarah, prasasti, keruntuhan, kehidupan politik

Sejarah lengkap Kerajaan Singasari
Acara Baca Cepat

Kerajaan Singasari didirikan oleh KenArok, bukan tunggul Ametung. Perlu dipahami dan dikoreksi, untuk kerajaan Singasari yang mendirikannya adalah Ken Arok. Sedangkan tunggul Ametung mendirikan Kerajaan Tumapel.

Kerajaan-Singasari-sejarah-prasasti-keruntuhan-kehidupan-politik
Meskipun Kerajaan Tumapel merupakan cikal bakal kerajaan Singasari, kedua kerajaan ini berbeda. Kerajaan Tumapel adalah ibu kota Kerajaan Kediri dengan kepala suku Ametung yang tumpul. Kerajaan Singasari berdiri sendiri tanpa bantuan Kediri.

Singkatnya, Ken Arok dianggap sebagai wali amanat Ametung. Itu bisa disebut kaki tangan. Namun ternyata Ken Arok inilah yang menyebabkan tunggul Ametung mati dengan keris gandring yang dimilikinya.

Motif pembunuhannya adalah perselingkuhan. Ken Arok Ternyata, Ken menyimpan perasaannya pada istri Ametung yang blak-blakan sampai siap melakukan perbuatan buruk. Sejak saat itu Tumapel menghilang dan terjadilah kerajaan baru bernama Kerajaan Singasari oleh seorang raja bernama Ken Arok.

Namun seiring berkembangnya kerajaan Singasari, bayang-bayang kutukan Mpu Gandring berubah menjadi bumerang yang menewaskan keturunan Ken Arok selama tujuh generasi. Belati itu akan membunuh Ken Arok dan semua keturunannya.
Prasasti Kerajaan Singasari

Di bawah ini adalah prasasti Kerajaan Singasari:

Prasasti Malurung

Prasasti Malurung merupakan prasasti Kerajaan Singasari berupa lempengan tembaga peninggalan Kerajaan Kediri. Peninggalan Kerajaan Kediri dapat ditemukan pada masa pemerintahan Raja Kertanegara pada tahun 1255. Prasasti tersebut terdiri dari 10 loh batu yang masing-masing loh melambangkan benda yang berbeda. Dengan demikian, setiap prasasti Malurung menjelaskan berbagai masalah yang berkaitan dengan Kerajaan Singasari dan Kerajaan Kediri.

Prasasti Manjusri

Prasasti Manjusri merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari yang merupakan naskah kuno berupa patung. Patung ini berada di belakang patung Manjusri. Prasasti MANJUSRI ini bertanggal 1343 dan aslinya ditemukan di sekitar reruntuhan Candi Jago. Saat ini Prasasti Manjusri telah dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta. Prasasti dari Manjusri ini memberi penghormatan kepada keluarga kerajaan.

Isi teks prasasti: Di ​​kerajaan yang diperintah oleh Yang Mulia Bunda Rajapatni dan Adityawarman, yang berasal dari keluarganya, yang suci dan bertindak sebagai menteri Wreddaraja, sebuah sihir telah didirikan di pulau Jawa di Jinalayapura Temple – berharap bisa menemani ibu, ayah dan juga Para Sahatnya.

Prasasti Singosari

Dari namanya saja sudah jelas bahwa ini merupakan prasasti dari kerajaan Singasari. Prasasti Singasari dapat ditemukan di Desa Singosari, Malang, Jawa Timur. Prasasti Singasari memiliki catatan tertanggal 1351 Masehi. Prasasti Singasari ditulis dalam aksara Jawa dan saat ini disimpan di Museum Gajah. Prasasti tersebut konon didirikan dengan tujuan untuk memperingati pembangunan kuil pemakaman atau kuil di Caitya.

Prasasti Wurare

Prasasti kerajaan Singasari berada di sebelah prasasti Wurare. Prasasti Wurare dibuat untuk memperingati penobatan arca Mahaksobhya di sebuah tempat bernama Wurare. Naskah pada Prasasti Wurare ini memiliki aksara dari tahun 1289 M. dan diukir pada sebuah patung yang melambangkan penghormatan kepada Raja Kertanegara.
Lihat juga: √ Trombosit adalah
Runtuhnya kerajaan Singasari

Penyebab jatuhnya Kerajaan Singasari adalah masa kesuksesan di bawah Raja Kertanegara. Raja dan barisan yang lebih sibuk berkembang ke luar Jawa dari Kediri, salah satu wilayah terdekat kerajaan, karena Pemberontakan Jayakatwang.

Pemberontakan yang coba dibunuh Kertanegara didukung oleh Arya Wiraraja dari Madura. Serangan mereka hanya bisa datang dari utara, bukan selatan. Kertanegara terbunuh dan berakhir dengan Singasari. Jayakatwang juga mendirikan pemerintahan baru di Kediri.
Kehidupan Politik Kerajaan Singasari

Untuk mewujudkan pemerintahan yang kuat dan tertib, Kertanegara telah membentuk badan eksekutif. Raja sebagai penguasa tertinggi. Kemudian raja menunjuk seorang penasehat yang terdiri dari Rakryan i Hino, Rakryan i Sirikan dan Rakryan i Halu.

Untuk membantu raja dalam menjalankan pemerintahan, diangkat beberapa petinggi pemerintahan, antara lain Rakryan Mapatih, Rakryan Demung, dan Rakryan Kanuruhan. Ada juga petugas dataran rendah.

Untuk menciptakan stabilitas politik dalam negeri, Kertanegara menetap di sekitar pejabat. Orang yang tidak setuju dengan cita-cita Kertanegara menjadi ers

 

 

 

LIHAT JUGA:

 

https://konveksipekanbaru.co.id/
https://cialis.id/
https://forbeslux.co.id/
https://furnituremebeljepara.co.id/
https://ppidkabbekasi.id/
https://obatpenyakitherpes.id/
https://obatsipilisampuh.id/
https://obatwasirambeien.id/
https://obatkuatpria.id/
https://obatpenggemukbadan.id/

admin

Related Posts

Aplikasi Android untuk mengunci aplikasi terbaik

Aplikasi Android untuk mengunci aplikasi terbaik

Spotify sukses jaring 60 juta pelanggan berbayar

Spotify sukses jaring 60 juta pelanggan berbayar

Mi A1 muncul di Geekbench

Mi A1 muncul di Geekbench

Samsung perkenalkan Gear S3 Golf Edition

Samsung perkenalkan Gear S3 Golf Edition